Jelajah Toba di Tobahub
Panduan Jelajah Toba, berita Toba Update, kekayaan Rasa & Budaya, hingga ruang bagi Toba Diaspora.
Berita & Informasi Tobahub terkini
Para Jagawana Samosir Membingkai Budaya Kaldera Toba
January 2, 2026
Dari ledakan gunung yang mematikan, ironisnya, melahirkan sebuah danau raksasa yang melenakan mata. Pada 2019, UNESCO menetapkan Kaldera Toba, bekas ledakan itu, sebagai Global Geopark. Artinya, Kaldera Toba tidak semata memiliki kaitan geologis dan keanekaragaman hayati yang dianggap masih terjaga, tetapi juga warisan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakatnya. Warisan luhur yang seperti apa? “Tidak perlu
Lanskap Kuliner Batak di Metropolitan: Toba vs. Karo
January 2, 2026
Sebelum memulai tur geografis, pemahaman akan diferensiasi kuliner Batak adalah hal yang fundamental. Kesalahan umum adalah menganggap “masakan Batak” sebagai entitas tunggal. Pada kenyataannya, lanskap ini didominasi oleh dua tradisi besar yang berbeda: Toba (dari Tapanuli) dan Karo. Diferensiasi Kuliner Inti Masakan Toba (Tapanuli): Fokus pada Bumbu dan Proses Masakan Toba berpusat pada kekayaan dan
Menilik Lebih dalam Tradisi Mardoton, Budaya Tangkap Ikan Warisan Leluhur di Danau Toba
January 2, 2026
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Dengan kondisi geografis yang strategis dan dikelilingi perairan, Indonesia jugakaya akan sumber daya alam dan lautan. Bahkan, sebagian masyarakat Indonesia pun masih mengandalkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu profesi yang lekat kaitannya dengan alam dan laut adalah nelayan. Adanya sumber daya alam berupa lautan dan danau, membuat masyarakat sekitar menggantungkan hidup mereka
Zodiak Batak, Seputar Naskah Kuno Parhalaan untuk Kenali Zodiak Batak
January 2, 2026
Pemandu Wisata Anjungan Sumatera (Anjungan Sumut) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bernama Gunin mengatakan bahwa untuk mengetahui zodiak Batak, penggunaan kalender Batak diperlukan. “Harus pakai kalender Batak karena itu punya hitungan tersendiri,” kata dia saat ditemui oleh Kompas.com di rumah adat Batak Toba di Anjungan Sumut TMII, Jakarta, Senin (13/9/2021). Mengutip buku Parhalaan Dalam Masyarakat Batak yang ditulis Kencana









