Naniura adalah hidangan ikan mas mentah yang dimatangkan tanpa api, melainkan melalui proses marinasi dengan air asam jungga (jeruk jungga) dan bumbu rempah tradisional seperti andaliman, kecombrang, kunyit, bawang merah, bawang putih, jahe, dan kemiri. Proses pengasaman ini membuat daging ikan menjadi matang secara kimiawi, teksturnya lembut, dan duri-duri halusnya menjadi lunak.
Rasa naniura sangat khas: asam segar dari jeruk jungga, pedas-getir dari andaliman, dan aroma harum dari kecombrang dan rempah lainnya. Tidak ada bau amis karena asam jungga dan kecombrang efektif menghilangkan aroma ikan mentah. Bumbu yang meresap hingga ke dalam daging ikan menciptakan sensasi rasa yang kompleks dan memanjakan lidah. Naniura sering disebut sebagai “sashimi ala Batak” karena teknik pengolahannya yang mirip dengan sashimi Jepang, namun dengan cita rasa Nusantara yang kuat.
Keunikan lain dari naniura adalah statusnya sebagai hidangan istimewa yang dahulu hanya disajikan untuk raja-raja Batak. Kini, naniura menjadi simbol kebanggaan kuliner Batak dan dapat dinikmati oleh siapa saja yang berkunjung ke Balige dan sekitarnya.