Dalam budaya Batak, aktivitas minum kopi atau teh di pagi dan sore hari selalu didampingi oleh berbagai kue tradisional yang memiliki tekstur kenyal dan rasa manis yang berasal dari gula merah.
Ombus-Ombus dan Itak Gurgur
Kue Ombus-Ombus dari Siborong-borong merupakan ikon kuliner yang terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Nama “Ombus-Ombus” (menghembus) merujuk pada cara menikmati kue ini yang harus ditiup karena disajikan dalam kondisi panas mengepul. Sementara itu, Itak Gurgur adalah versi yang lebih padat, sering disajikan dalam upacara adat sebagai simbol semangat yang “membara” (gurgur). Kedua kue ini merepresentasikan kesederhanaan bahan pangan lokal yang diolah dengan teknik pengukusan tradisional.
Tipa-Tipa dan Sasagun: Sereal dan Bekal Merantau
Tipa-Tipa adalah produk olahan padi muda yang diproses dengan cara direndam, digongseng, dan ditumbuk hingga pipih. Secara fungsional, Tipa-Tipa mirip dengan sereal modern dan sering dinikmati sebagai camilan renyah. Di sisi lain, Sasagun adalah camilan tahan lama yang terbuat dari tepung beras yang digongseng bersama kelapa dan gula. Secara historis, Sasagun memiliki nilai emosional karena merupakan bekal wajib bagi para pemuda Batak yang akan pergi merantau, memberikan energi dan pengingat akan rumah dalam perjalanan jauh.
| Nama Camilan | Bahan Dasar | Tekstur dan Rasa | Kegunaan/Konteks |
| Ombus-Ombus | Tepung beras, kelapa | Kenyal, manis gula merah. | Teman minum kopi pagi. |
| Itak Gurgur | Beras ditumbuk | Padat, gurih, manis. | Upacara doa dan syukur. |
| Tipa-Tipa | Padi muda | Renyah, mirip sereal. | Camilan santai di Samosir. |
| Sasagun | Tepung beras gongseng | Kering, bubuk kasar, manis. | Bekal perjalanan/merantau. |
| Kacang Sihobuk | Kacang tanah | Garing, gurih, kulit ari tipis. | Oleh-oleh khas Tarutung. |
Fenomena Kacang Sihobuk
Kacang Sihobuk yang berasal dari Desa Sihobuk, Tapanuli Utara, menempati kasta tertinggi dalam kategori camilan kacang-kacangan di Sumatera Utara. Keunggulannya terletak pada proses penyangraian menggunakan pasir panas di atas tungku kayu bakar, yang memastikan panas merata tanpa menghanguskan kulit ari kacang. Proses ini berlangsung selama kurang lebih dua jam dan menghasilkan kacang dengan aroma smoky yang khas dan tekstur yang sangat renyah. Kemasannya yang sederhana dengan label kertas putih bertinta merah telah menjadi merek dagang yang sangat dikenali di sepanjang jalan lintas Sumatera menuju Danau Toba.