Warna Merah, Putih, dan Hitam pada ornamen rumah adat Batak (Rumah Bolon) bukan sekadar pilihan estetika. Ketiga warna ini disebut sebagai “Sitiga Bolit” atau “Tiga Bolit”.
Kombinasi ini merepresentasikan pandangan hidup (kosmologi), spiritualitas, dan tatanan sosial masyarakat Batak. Dalam seni ukir Batak yang disebut Gorga, ketiga warna ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam:
1. Putih (Nabottar)
- Makna: Melambangkan Kesucian, Kebenaran, dan Kejujuran.
- Asosiasi Spiritual: Warna ini sering dikaitkan dengan Banua Ginjang (Dunia Atas/Khayangan) dan dewa Batara Guru, yang melambangkan kebijaksanaan dan hukum yang adil.
- Bahan Alami: Secara tradisional, warna putih ini dibuat dari kapur sirih atau tanah liat putih yang dihaluskan.
2. Merah (Narara)
- Makna: Melambangkan Keberanian, Kekuatan Hidup, dan Kehangatan. Ini adalah simbol semangat (tondi) untuk menjalani kehidupan dan menjaga persaudaraan.
- Asosiasi Spiritual: Warna ini dikaitkan dengan Banua Tonga (Dunia Tengah/Tempat Manusia Hidup) dan dewa Debata Sori, yang mengatur ketertiban dan keseimbangan hidup manusia.
- Bahan Alami: Dulu dibuat dari batu merah (batu hula) yang ditumbuk halus dan dicampur dengan air jeruk nipis atau minyak, kadang juga menggunakan darah hewan dalam ritual tertentu (meski kini sudah menggunakan cat modern).
3. Hitam (Nabirong)
- Makna: Melambangkan Kewibawaan, Kepemimpinan, dan Perlindungan. Warna hitam dianggap sebagai pelindung dari kekuatan jahat dan simbol misteri alam semesta yang dalam.
- Asosiasi Spiritual: Warna ini dikaitkan dengan Banua Toru (Dunia Bawah) dan dewa Debata Bala Bulan, yang melambangkan kekuatan gaib dan kekokohan.
- Bahan Alami: Dibuat dari arang kayu (arang) atau jelaga periuk belanga yang dicampur dengan getah kayu.
Filosofi “Benang Merah” (Keseimbangan)
Ketika ketiga warna ini disatukan dalam ukiran Gorga, mereka melambangkan Keseimbangan Semesta dan Dalihan Na Tolu (Tiga Tungku), yaitu struktur kekerabatan masyarakat Batak:
- Hula-hula (Pihak keluarga istri/pemberi istri – yang dihormati).
- Dongan Tubu (Teman semarga/saudara laki-laki – yang sejalan).
- Boru (Pihak yang mengambil istri – yang melayani/menghormati).
Rumah Bolon yang dihiasi Sitiga Bolit diharapkan membawa kedamaian, kehormatan, dan perlindungan bagi penghuninya.
Fakta Menarik: Selain warna, ornamen Gorga yang paling sering menggunakan warna ini adalah motif Cicak (Boraspati) dan Empat Payudara (Adop-adop).