Mari kita bedah makna dari dua simbol paling ikonik yang selalu berdampingan di dinding depan Rumah Bolon ini.
Dalam budaya Batak, kedua ukiran ini tidak hanya sekadar hiasan, tetapi merupakan doa dan harapan penghuni rumah kepada Sang Pencipta.
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai filosofi keduanya:
1. Gorga Boraspati (Cicak)
Ukiran berbentuk cicak ini disebut Boraspati Ni Tano. Dalam kepercayaan kuno Batak, Boraspati Ni Tano adalah dewa atau roh penguasa bumi yang menjaga kesuburan tanah dan keselamatan.
Mengapa visualisasinya harus Cicak?
- Simbol Kemampuan Beradaptasi (Merantau): Cicak adalah hewan yang bisa hidup di mana saja (di lantai, dinding, hingga langit-langit) dan jarang jatuh. Ini melambangkan orang Batak yang tahan banting dan mampu beradaptasi di mana pun mereka merantau. Ada pepatah: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”
- Simbol Penjaga Rumah: Cicak sering berbunyi di malam hari dan memakan nyamuk/serangga pengganggu. Filosofinya, penghuni rumah diharapkan menjadi penjaga yang waspada terhadap bahaya yang mengancam keluarga.
- Regenerasi: Ekor cicak yang putus bisa tumbuh lagi. Ini melambangkan kemampuan untuk bangkit kembali dari kegagalan.
2. Gorga Adop-adop (Empat Payudara)
Tepat di bawah atau di samping cicak, biasanya terdapat ukiran empat buah payudara (susu) yang menonjol. Ukiran ini disebut Adop-adop.
Apa makna di balik simbol Payudara ini?
- Simbol Kesuburan (Hagabeon): Bagi masyarakat Batak, memiliki keturunan (anak) adalah kekayaan terbesar. Payudara adalah sumber air susu ibu (ASI) yang menghidupi anak-anak. Ini adalah doa agar keluarga tersebut dikaruniai banyak keturunan yang sehat.
- Simbol Kemakmuran (Hamoraon): Selain anak, ini juga melambangkan rezeki yang melimpah. “Susu” yang deras melambangkan kekayaan dan makanan yang tidak pernah habis di rumah tersebut.
- Simbol Kasih Sayang Ibu: Mengingatkan penghuni rumah untuk selalu menghormati sosok ibu (Inang) yang telah memberikan kehidupan dan nutrisi.
- Kenapa Empat? Jumlah empat sering diartikan sebagai “cukup” atau “genap”, bahkan berlebih. Artinya, rezeki yang didapat bukan hanya cukup untuk diri sendiri, tapi juga bisa dibagikan (sifat sosial).
Makna Gabungan: “Keseimbangan Kosmik”
Ketika Cicak (Boraspati) dan Payudara (Adop-adop) disandingkan, maknanya menjadi sangat kuat:
“Boraspati Ni Tano (Dewa Bumi) menjaga Adop-adop (Kesuburan/Kemakmuran).”
Secara sederhana, ukiran ini adalah “mantra” visual yang berarti: Semoga rumah ini dilindungi, rezekinya lancar, keturunannya banyak, dan penghuninya mampu bertahan hidup di mana saja.