KARO – Memasuki minggu terakhir bulan Maret 2026, kawasan wisata Danau Lau Kawar yang terletak di kaki Gunung Sinabung terpantau mengalami lonjakan jumlah kunjungan wisatawan. Destinasi alam ini semakin diminati sebagai lokasi berkemah ruang terbuka, baik bagi keluarga maupun komunitas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan tenda berdiri memenuhi area tepi danau. Para pengunjung tampak melakukan berbagai aktivitas, mulai dari sekadar bersantai hingga mempersiapkan hidangan secara swadaya.
Daya pikat Danau Lau Kawar tidak terlepas dari fasilitasnya yang semakin memadai dan biaya retribusi yang terjangkau. Pengunjung hanya dikenakan tarif masuk sebesar Rp10.000 per orang dan parkir Rp5.000. Bagi wisatawan yang ingin berkemah namun tidak memiliki peralatan, masyarakat setempat telah menyediakan jasa penyewaan tenda dengan tarif bervariasi antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 sesuai dengan kelengkapan fasilitas.
Zul, seorang wisatawan dari Pematangsiantar, menyatakan bahwa ketenangan alam menjadi alasan utamanya berkunjung. “Suasananya tenang, cocok untuk healing. Apalagi pagi hari, kabutnya bagus, dingin tapi nyaman,” ungkapnya. Sementara itu, pengunjung lain bernama Sari menyoroti aspek kepraktisan. “Tinggal datang saja karena sudah ada penyewaan tenda, itu yang membuat kami tertarik,” tuturnya.
Di tengah tren positif ini, pengelola dan wisatawan dihadapkan pada tantangan kebersihan. Sampah yang belum tertangani dengan baik di sejumlah titik dikhawatirkan dapat merusak kelestarian lingkungan. Lebih lanjut, faktor mitigasi bencana juga ditekankan. Mengingat kedekatan lokasi dengan Gunung Sinabung yang masih aktif, wisatawan diimbau untuk proaktif memantau informasi kondisi alam dan cuaca demi keselamatan bersama.