Moda ini, yang secara lokal dikenal sebagai “Travel” atau “Taksi Gelap” (meskipun banyak yang legal), menawarkan kompromi antara harga bus dan kecepatan mobil pribadi. Armada yang digunakan umumnya adalah MPV 7-penumpang (Toyota Innova, Isuzu Panther, Toyota Avanza) atau Minibus (Toyota Hiace).
Operator Dominan: Paradep Taxi dan Nice Trans
Dua entitas utama mendominasi pasar transportasi shuttle di koridor ini, masing-masing dengan model operasional yang berbeda.
Paradep Taxi: Spesialis Siantar
Paradep adalah ikon transportasi Sumatera Utara dengan armada bus dan MPV berwarna mencolok (kuning/oranye).
- Model Operasional: Paradep memiliki fokus utama pada rute Kualanamu – Pematang Siantar. Mereka jarang melayani rute langsung hingga ke Parapat (tepi danau) dalam satu armada yang sama.
- Mekanisme Transfer: Penumpang akan diantar dari Kualanamu menuju pool pusat Paradep di Pematang Siantar (biasanya di area Simpang Dua atau Ramayana). Dari sana, penumpang harus berganti ke moda lain (angkot atau bus lokal) atau armada lanjutan untuk mencapai Parapat.10
- Implikasi Biaya:
- Tiket Kualanamu – Pematang Siantar: Rp 55.000 – Rp 60.000.
- Biaya tambahan Siantar – Parapat: Estimasi Rp 20.000 – Rp 30.000.
- Lokasi: Loket tersedia di Lantai 1 Area Kedatangan (sisi kanan).7 Kontak resmi: 0811-6123-707 atau 061-735 8635.
2 Nice Trans: Konektivitas Langsung
Nice Trans memposisikan diri sebagai solusi direct transfer ke kawasan Danau Toba, menghilangkan kerumitan transfer di Siantar.
- Model Operasional: Layanan point-to-point dari Bandara Kualanamu langsung ke Parapat atau pelabuhan feri.
- Armada: Umumnya menggunakan Toyota Innova atau Toyota Hiace yang lebih nyaman dan ber-AC.
- Struktur Harga:
- Per Kursi (Shared): Rp 80.000 – Rp 100.000.
- Charter (Satu Mobil Penuh): Rp 520.000 – Rp 700.000, tergantung kemampuan negosiasi dan jenis mobil.
- Kontak & Lokasi: Counter tersedia di Lantai 1 Area Kedatangan. Kontak operasional: 0813-6070-8630 atau +6282160953464.
Dinamika Operasional “Ngetem”
Sebuah variabel kritis dalam menggunakan layanan shared ta i adalah fenomena “ngetem”. Berbeda dengan DAMRI yang berangkat sesuai jam, shared ta i sering kali menerapkan aturan berangkat hanya jika penuh (6-7 penumpang).
- Risiko: Penumpang pertama yang masuk ke mobil mungkin harus menunggu 60-90 menit hingga mobil terisi penuh oleh penumpang dari penerbangan berikutnya.
- Mitigasi: Penumpang yang terburu-buru dapat melakukan buy-out kursi kosong. Misalnya, jika kurang 2 penumpang, Anda dapat membayar setara 3 tiket agar mobil segera berangkat.