Kekayaan budaya Batak juga terwujud dalam benda-benda seni yang memiliki fungsi dekoratif sekaligus spiritual. Wisatawan yang mencari kenang-kenangan non-pangan biasanya beralih ke produk kerajinan kayu dan instrumen musik.
Gorga dan Miniatur Arsitektur
Gorga Batak Toba adalah seni ukir yang didominasi warna merah, putih, dan hitam. Motif-motifnya, seperti Ipon-ipon atau Dalihan Na Tolu, menceritakan tentang keseimbangan sosial dan hukum alam. Produk turunan Gorga kini hadir dalam bentuk asbak, pajangan dinding, hingga miniatur rumah adat Batak (Jabu Bolon) yang dikerjakan dengan sangat detail. Koleksi miniatur ini memungkinkan wisatawan membawa pulang representasi arsitektur vernakular yang unik dari kawasan Danau Toba.
Instrumen Musik: Hasapi
Bagi pecinta seni musik, Hasapi (kecapi Batak) adalah instrumen yang menarik untuk dikoleksi. Terbuat dari kayu jior yang keras, instrumen petik berdawai dua ini sering kali dihiasi dengan ukiran kepala manusia atau hewan di bagian ujungnya. Selain sebagai alat musik fungsional, Hasapi juga berfungsi sebagai objek seni yang indah untuk dipajang.
Artefak Ritual: Tunggal Panaluan dan Piso Halasan Tunggal Panaluan adalah tongkat kayu berukir yang secara tradisional dimiliki oleh seorang Datu (dukun/pemimpin spiritual). Tongkat ini menggambarkan urutan figur manusia dan binatang yang saling bertumpuk, yang menceritakan legenda asal-usul klan tertentu atau berfungsi sebagai penolak bala. Sementara itu, Piso Halasan adalah pedang tradisional Batak yang memiliki sarung dan gagang berukir indah, sering kali dihiasi dengan logam mulia untuk menunjukkan status sosial pemiliknya.