Transportasi publik massal tetap menjadi tulang punggung konektivitas bagi wisatawan solo atau kelompok kecil yang memprioritaskan efisiensi anggaran. Dalam kategori ini, terdapat dikotomi tajam antara layanan DAMRI yang terstruktur dan layanan bus komersial reguler yang lebih organik.
Layanan Angkutan KSPN DAMRI: Efisiensi Terpadu
DAMRI (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia) telah meluncurkan layanan khusus untuk mendukung KSPN Danau Toba. Layanan ini dirancang untuk meminimalisir hambatan transit dengan menyediakan rute langsung dari Bandara Kualanamu ke Pelabuhan Ajibata (pintu gerbang Samosir).
Jadwal Operasional dan Keandalan
Jadwal DAMRI bersifat tetap, yang merupakan keunggulan kompetitif dibandingkan angkutan umum lainnya yang sering kali menunggu penumpang penuh. Namun, frekuensinya terbatas, sehingga menuntut presisi dalam perencanaan kedatangan penerbangan.
Jadwal Operasional DAMRI Rute Kualanamu (KNO) – Pelabuhan Ajibata (PP)
| Titik Keberangkatan | Tujuan Akhir | Jam Keberangkatan (WIB) | Catatan Operasional |
| Bandara Kualanamu | Pelabuhan Ajibata | 10:30 | Ideal untuk kedatangan penerbangan pagi |
| Bandara Kualanamu | Pelabuhan Ajibata | 12:30 | Opsi tengah hari; batas waktu kritis sebelum jeda panjang |
| Bandara Kualanamu | Pelabuhan Ajibata | 19:30 | Layanan malam; berisiko tertinggal feri penyeberangan terakhir ke Samosir |
| Bandara Kualanamu | Pelabuhan Ajibata | 21:30 | Kedatangan larut malam di Parapat; memerlukan akomodasi transit |
| Pelabuhan Ajibata | Bandara Kualanamu | 06:00, 08:00, 15:00, 17:00 | Waktu tempuh rata-rata 4-5 jam menuju bandara |
Terdapat celah operasional (gap) yang signifikan selama 7 jam antara keberangkatan pukul 12:30 dan 19:30 dari Kualanamu. Wisatawan yang mendarat pukul 14:00 WIB akan menghadapi waktu tunggu yang tidak efisien jika bersikeras menggunakan DAMRI, dan disarankan beralih ke moda Taksi Bersama (Travel).
Struktur Harga dan Subsidi
Pemerintah menerapkan skema subsidi tarif untuk merangsang kunjungan wisata.
- Tarif KSPN (Subsidi): Tiket untuk rute Kualanamu – Ajibata dipatok sangat terjangkau, yaitu Rp 35.000 per penumpang. Ini menjadikan DAMRI opsi termurah dengan kenyamanan AC.
- Tarif Komersial: Pada musim puncak (seperti event F1 Powerboat atau libur Lebaran/Nataru) atau untuk armada kelas eksekutif (Hiace), tarif dapat disesuaikan ke harga pasar, mencapai Rp 200.000. Penting bagi pengguna untuk memverifikasi kelas layanan di loket.
3 Prosedur Navigasi di Terminal
Loket dan titik keberangkatan DAMRI terletak strategis di Lantai 1 (Ground Floor) area kedatangan Bandara Kualanamu. Setelah keluar dari area pengambilan bagasi dan bea cukai, penumpang harus bergerak ke arah kanan menuju area parkir bus pemadu moda. Pemesanan dapat dilakukan secara langsung (go-show) atau melalui aplikasi DAMRI Apps untuk menjamin ketersediaan kursi, terutama pada akhir pekan.
Bus Komersial Reguler (Via Terminal Amplas)
Bagi pelancong yang mencari frekuensi keberangkatan tinggi atau melewatkan jadwal DAMRI, rute “konvensional” melibatkan transfer di Terminal Terpadu Amplas, Medan. Ini adalah opsi yang lebih menantang secara fisik dan mental.
- Segmen 1: Bandara ke Terminal Amplas:
- Menggunakan bus pemadu moda (seperti DAMRI bandara atau ALS) menuju Terminal Amplas dengan biaya sekitar Rp 15.000 – Rp 20.000.
- Waktu tempuh sekitar 45-60 menit tergantung lalu lintas arteri Tanjung Morawa.
- Segmen 2: Amplas ke Parapat:
- Di Terminal Amplas, penumpang berpindah ke bus besar antar-kota (AKDP) seperti PO. Sejahtera atau PO. Intra.
- Karakteristik Layanan: Bus ini beroperasi dengan sistem “ekonomi” yang sering kali tanpa AC (mengandalkan angin jendela) dan memperbolehkan merokok di dalam kabin.
- Gaya Mengemudi: Operator di rute ini terkenal dengan gaya mengemudi agresif dan cepat (“F1 drivers”) untuk mengejar setoran waktu.
- Biaya & Durasi: Tarif berkisar Rp 40.000 – Rp 50.000. Waktu tempuh dapat mencapai 4-5 jam karena sering berhenti menaik-turunkan penumpang di sepanjang jalan lintas.
Insight: Opsi via Amplas tidak direkomendasikan bagi keluarga, lansia, atau mereka yang membawa bagasi besar karena faktor keamanan dan kenyamanan yang minim dibandingkan DAMRI KSPN atau Travel.