Kabupaten Simalungun Sumbang Investasi Tertinggi, Capai Rp11,99 T

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatra Utara (Sumut), mencatat nilai investasi Sumut mencapai Rp28,411 pada semester I 2025. Kabupaten Simalungun menjadi penyumbang tertinggi, sebesar Rp11,98 triliun

Kepala DPMPTSP Sumut Chandra Dalimunthe merincikan peringkat besar lokasi realisasi penanaman modal di Sumut. Pertama Kabupaten Simalungun sebesar Rp11,98 triliun, Kota Medan Rp6,07 triliun, Deli Serdang Rp3,21 triliun, Tapanuli Selatan Rp2,31 triliun dan Kabupaten Batubara sebesar Rp534,42 miliar.

Ia menuturkan dari total nilai investasi tersebut, penanaman modal dalam negeri (PMDN) lebih tinggi dari penanaman modal asing (PMA). Sementara sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar.

“Investasi asing itu realisasinya Rp11,977 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri Rp16,434 triliun. Terbesar itu dari sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp7,76 triliun,” kata Chandra Dalimunthe pada temu pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Senin (29/9/2025).

Ia memaparkan strategi Pemprov Sumut untuk mendorong investasi. Di antaranya dengan memberikan kemudahan dan insentif investasi melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2023 dan Pergub Nomor 3 Tahun 2025. Antara lain pengurangan atau keringanan terhadap jenis pajak yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Alat Berat (PAB) dan Pajak Air Permukaan (PAP) yang merupakan kewenangan provinsi.

Pemprov Sumut terus berupaya untuk menakselerasi investasi tahun ini. Lewat layanan prima aplikasi Online Single Submission (OSS) dan Siap Layani, DPMPTSP optimis target bisa tercapai.

“Kita mempermudah perizinan lewat aplikasi online OSS dan Siap Layani yang merupakan aplikasi mandiri milik Pemprov Sumut. OSS targetnya 1.997 perizinan yang diterbitkan, sedangkan Siap Layani 391 (tahun ini),” kata Chandra Dalimunthe.

Chandra Dalimunthe juga menjelaskan pihaknya sedang berupaya meningkatkan investasi di sektor hilirisasi kelapa sawit. Melalui produk turunannya seperti minyak goreng, sabun dan bio solar.

 

sumber: rri.co.id

Author: Admin Tobahub

Leave a Comment