Menggunakan kereta api adalah opsi bagi mereka yang mencari pengalaman perjalanan lambat (slow travel) dengan pemandangan perkebunan sawit dan karet yang ikonik. Namun, rute ini tidak langsung dan memerlukan sambungan moda yang cukup kompleks.
Tahap 1: Bandara Kualanamu ke Stasiun Medan (Detour Strategis)
Kereta api menuju Pematang Siantar (titik terdekat ke Danau Toba dengan rel) berangkat dari Stasiun Besar Medan, bukan langsung dari bandara.
- Langkah: Naik KA Bandara (Railink) dari KNO ke Stasiun Medan (Durasi 30-40 menit, Tarif ~Rp 40.000 – Rp 65.000).
- Catatan: KA Siantar Ekspres sebenarnya berhenti di stasiun lintasan seperti Lubuk Pakam atau Batang Kuis yang lebih dekat ke bandara, namun jadwal dan sinkronisasi dari bandara ke stasiun-stasiun kecil ini lebih sulit diprediksi bagi wisatawan asing/luar kota dibandingkan ke Stasiun Medan.
Tahap 2: KA Siantar Ekspres (Sireks)
Ini adalah kereta kelas ekonomi subsidi (PSO) yang melayani rute Medan – Tebing Tinggi – Pematang Siantar.
- Jadwal Kritis (Hanya 2 Sehari):
- KA U102 (Siang): Berangkat Medan 11:45 WIB -> Tiba Siantar 14:38 WIB.
- KA U104 (Malam): Berangkat Medan 20:30 WIB -> Tiba Siantar 23:18 WIB.
- Analisis Kelayakan: Hanya keberangkatan 11:45 WIB yang realistis untuk melanjutkan perjalanan ke Samosir pada hari yang sama. Keberangkatan malam (20:30) akan tiba di Siantar saat angkutan umum ke Parapat sudah sangat jarang dan layanan feri penyeberangan sudah tutup, memaksa penumpang menginap di Siantar.
- Tarif: Flat Rp 22.000 per orang. Pemesanan via aplikasi Access by KAI sangat disarankan karena tiket sering habis terjual di hari H.
Tahap 3: Koneksi “Last Mile” (Stasiun Siantar ke Parapat)
Setibanya di Stasiun Pematang Siantar, perjalanan belum usai. Jarak ke Pelabuhan Parapat masih sekitar 48 km.
- Transfer Intra-Kota: Stasiun Siantar tidak terintegrasi dengan terminal bus. Penumpang harus naik Becak Motor (Bemo) atau Angkot lokal menuju Terminal Parluasan atau titik transit Simpang Dua.
- Bus/Angkot ke Parapat: Dari Simpang Dua, naik bus (seperti Intra/Sejahtera) atau angkot L300 yang menuju Parapat. Biaya sekitar Rp 20.000 – Rp 25.000 dengan durasi 1 jam.
Total Biaya Estimasi (Mode Kereta): Rp 65.000 (Railink) + Rp 22.000 (Sireks) + Rp 15.000 (Becak) + Rp 25.000 (Bus) = Rp 127.000.
Verdict: Lebih mahal dan lebih lama dibanding DAMRI KSPN, namun menawarkan pengalaman kultural yang unik.