Danau Toba bukan sekadar danau biasa. Keindahan dan sejarahnya yang mendalam telah diakui dunia internasional. Sejak 2 Juli 2020, danau vulkanik terbesar di dunia ini resmi menyandang status UNESCO Global Geopark (UGG).
Tak heran jika Pemerintah Indonesia menetapkan kawasan ini sebagai salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas. Dengan luas mencapai 1.145 km persegi, Danau Toba memayungi tujuh kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Simalungun, Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan komitmen pemerintah dalam membenahi infrastruktur di kawasan ini—mulai dari jaringan internet, akses transportasi, hingga akomodasi yang menerapkan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) demi kenyamanan wisatawan.
Antara Sains dan Legenda: Kisah Lahirnya Danau Toba
Daya tarik Danau Toba tidak hanya terletak pada visualnya, tetapi juga pada kisah asal-usulnya yang kontras namun sama-sama memukau:
-
Sisi Sains (Supervolcano): Secara geologis, danau ini adalah jejak sejarah bumi yang dahsyat. Terbentuk dari tiga letusan supervolcano yang terjadi pada 800.000, 500.000, dan 74.000 tahun yang lalu. Letusan-letusan ini menciptakan kaldera raksasa yang seiring waktu terisi air hingga menjadi danau seperti sekarang.
-
Sisi Legenda (Kisah Rakyat): Masyarakat setempat percaya danau ini terbentuk akibat murka seorang pria bernama Toba. Ia melanggar janji kepada istrinya—wanita cantik jelmaan ikan mas—dengan memarahi anaknya, Samosir, dan menyebutnya “anak ikan”. Akibat pelanggaran sumpah itu, air bah muncul dari jejak kaki Toba, menenggelamkan desa, dan membentuk danau.
7 Spot “Wajib Kunjung” untuk Menikmati Danau Toba
Untuk menikmati keindahan Danau Toba secara maksimal, Anda tidak bisa hanya diam di satu tempat. Berikut adalah 7 lokasi terbaik dengan sudut pandang dan pengalaman berbeda yang sayang untuk dilewatkan:
1. Menara Pandang Tele Samosir
Jika Anda ingin melihat panorama Danau Toba dari ketinggian tanpa harus mendaki, tempat ini adalah jawabannya. Menara setinggi 25 meter ini memiliki tiga lantai dengan sudut pandang berbeda di tiap tingkatnya. Lokasi ini sangat cocok bagi pencinta fotografi, terutama saat momen matahari terbit dan terbenam.
2. Bukit Holbung (Bukit Teletubbies)
Hanya perlu 10-15 menit berjalan kaki untuk mencapai puncaknya. Bukit Holbung menawarkan hamparan padang rumput hijau yang luas laksana bukit Teletubbies. Ini adalah lokasi favorit untuk berswafoto atau berkemah sembari menikmati taburan bintang di langit malam Danau Toba.
3. Puncak Gunung Pusuk Buhit
Bagi yang menyukai tantangan dan budaya, cobalah mendaki ke Pusuk Buhit. Diperlukan waktu sekitar 5 jam pendakian melalui jalur terjal untuk mencapai ketinggian 1.982 mdpl. Bagi masyarakat Batak, tempat ini dianggap suci sebagai tempat kelahiran Raja Batak. Lelah mendaki akan terbayar lunas dengan pemandangan sabana dan danau yang spektakuler.
4. Huta Ginjang
Terletak di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Huta Ginjang menawarkan pemandangan berlatar hutan pinus yang asri. Keunggulan tempat ini adalah fasilitas teropong bintang dan aktivitas olahraga paralayang bagi wisatawan yang ingin memacu adrenalin di atas danau.
5. Desa Paropo
Sering disebut sebagai “Ranu Kumbolo-nya Sumatera Utara”, Desa Paropo di Kabupaten Dairi adalah surga bagi pencinta kemping dan memancing. Suasananya yang tenang di tepi danau menjadikan tempat ini destinasi favorit untuk wisata keluarga.
6. Bukit Tarabunga
Mencari ketenangan absolut? Bukit Tarabunga adalah pilihan tepat. Udaranya sejuk dengan hamparan rumput luas yang menghadap langsung ke danau. Tempat ini memberikan suasana damai dan menjadi spot strategis untuk mengabadikan momen sunrise maupun sunset.
7. Desa Tongging
Desa ini diapit oleh perbukitan hijau, menawarkan suasana pedesaan yang kental. Karena sebagian besar penduduknya adalah peternak ikan, ini adalah tempat terbaik untuk mencicipi kuliner khas Batak: Arsik. Hidangan ikan mas dengan bumbu kuning khas ini terasa lebih nikmat saat disantap langsung di tempat asalnya.
Tips Berwisata dan Ekonomi Kreatif
Pariwisata Danau Toba juga erat kaitannya dengan dukungan terhadap ekonomi lokal. Jangan lupa untuk membeli suvenir khas, seperti Kain Ulos, sebagai buah tangan. Anda juga bisa mendukung pengrajin lokal melalui gerakan #BeliKreatifLokal.
Meskipun situasi pandemi telah berlalu, menerapkan prinsip pariwisata yang bertanggung jawab tetap penting. Pastikan Anda selalu menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan selama berwisata agar keindahan Danau Toba tetap lestari untuk generasi mendatang.
Danau Toba adalah permata yang wajib dikunjungi minimal sekali seumur hidup. Jadi, kapan Anda akan merencanakan perjalanan #DiIndonesiaAja ini?